Sabtu, 02 Juli 2011

Bulan Ramadlan 1


Bahwasanya seorang pria bernama Muhammad, ia tiada perna shalat sama sekali, kemudian di saat bulan ramadlan tiba, tersentuhlah hatinya untuk bertaubat dan beribadah kepada Allah Swt., sejak awal Ramadlan ia berhias diri dengan pakaian dan minyak harum, lalu ia kerjakan shalat dan mengqadla seluruh shalat yang ia tinggalkan selama hidupnya, tiba-tiba datanglah seorang kawan bertanya.  "Ketahuilah kawan,  bahwa bulan ini adalah bulan taubat, bulan penuh rahmat dan kebaikan,  semoga dengan demikian (bertaubat dan beribadah) sebagai mana  layaknya manusia berikhtiar,  Allah mengampuni segala dosaku".

Alkisah, setelah sekian tahun pria yang bernama Muhammad itu meninggal Dunia, seorang kawan bertemu dengannya dalam suatau mimpi dan ketika ditanya: "Balasan apakah yang selama ini kau rasakan dalam alam baka, dari Allah Swt.? Jawabannya: "Allah mengampuni segala dosaku dengan fadlalnya, berkat menghormat Bulan suci Ramadlan, dan aku menyambutnya dengan bertaubat serta beribadah di dalamnya".

Dari Umar bin Khathab ra, Nabi Saw. bersabda: "Di bulan Ramadlan, apabila seorang terbangun dari tidurnya, lalu menggerakkan tubuhnya (molak-malik=Jawa) di atas ranjangnya, maka malaikat berkata: "Bangunlah segera, semoga Allah memberkati dan memberi rahmat kepadamu". Kemudian apabila ia tegak, hendak melakukan shalat (ibadah di malam hari). maka ranjang tempat ia tidurpun berdo'a berikut: 

ALLAAHUMA  A'THIHII  FURUSYAL  MARFUU'ATA

artinya:

"Ya Allah gantikanlah ranjang-ranjang (kasur) tinggi tebal baginya".

Dan ketika ia memakai pakaian, maka pakaian itupun ber do'a

ALLAAHUMMA  A'THIHII  MIN HULALIL JANNAH

artinya:

"Ya Allah, berilah ia pakaian indah dari sorga".

Di saat memakai sandal, maka sandalpun berdo'a berikut

ALLAAHUMMA  TSABBIT  QADAMAIHI   'ALASH SHIRAATH.

artinya:

"Ya Allah, teguhkanlah kedua kakinya di atas shirath". Ketika menuju (kolam) tempat air, maka tempat airpun berdo'a:

ALLAAHUMMA  A'THIHII MIN AKWAABIL JANNAH

artinya:

"Ya Allah, berilah ia tempat-tempat minum dari sorga" ketika ia berwudlu, maka airpun berdo'a berikut:

ALLAAHUMMA  THAH-HIRHU   MINADZ-DZUNUUBI  WAL KHATHAA.

artinya:

"Ya Allah, bersihkanlah ia dari segala noda dan dosa". Akhirnya, ketika ia tegakkan shalat di dalam rumah, maka rumahnya juga ikut berdo'a demikian:

ALLAAHUMMA  WASSI'  QABRAHUU   WANAWWIR HUFRATAHUU WAZID RAHMATAHUU.

artinya:

"Ya Allah, lapangkanlah kuburnya, dan terangilah liangnya, serta tingkatkan rahmat, kasih-sayangmu padanya:
Do'a mereka dikabulkan, dan Allah memandang orang tersebut penuh kasih sayang,

Bulan Ramadlan 1

Pada Malam pertama bulan Ramadlan Allah ber firman: " Siapa mencintaiku, pasti rahmatkupun mencarinya, siapa mencari rahmatKu, pasti rahmaKupun mencarinya, dan siapa beristighfar kepadaku, pasti Aku mengampuninya, berkat hormat Ramadlan, lalu Allah menyuruh Malaikat mulia pencatat amal, khusus dalam bulan Ramadlan supaya menulis amal kebaikan semata, tidak mencatat laku kejahatan mereka, umat Muhammad, dan Allah menghapus dosa-dosa terdahulu bagi mereka:

Dalam kitab Hayah diceriterakan, bahwasannya shuhuf Ibrahim as. diwahyukan malam awal Ramadlan, kitab Taurat malam ke 6 Ramadlan (terpaut 700 tahun dengan shuhuf Ibrahim as), kitab Zabur malam ke 12 ramadlan (terpaut 500 tahun dengan Taurat), kitab Injil malam ke 18 Ramadlan (terpaut 1200 tahun dengan Zabur), sedangkan kitab Al-Quran malam ke 27 Ramadlan (terpaut 620 tahun dengan Injil),

Andaikan umatku tahu pasti tentang sesuatu yang tersembunyi dalam bulan Ramadlan, pasti mereka mengharap seluruh bulan dalam setahun menjadi bulan Ramadlan". Sebab ia menghimpun segala kebaikan dan taat yang dikabulkan, doa-doa dipenuhi (mustajab), segala laku dosa diampuni, dan sorga merindukan mereka", Zubdatul wa'idhin).

Hafsh al-Kabur menceritakan, bahwa: Daud ath Tha-i berkata: Pada awal Ramadlan, di malam hari aku tertidur dan mimpi melihat sorga, seolah-olah aku duduk di sungai penuh mutiara dan permata indah, tiba-tiba aku melihat bidadari-bidadari sorga, Wajahnya bagai sinar matahari, cerah dan menyimpan seribu senyum, lalu tercetuslah dari dalam mulutku menyebut kalimah 

''LAAILAAHA   ILLALLAAH,  MUHAMMADUR    RASUULULLAAH"

artinya "Tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah, Nabi Muhammad adalah Rasul Allah",

Kemudian merekapun menjawab dengan sebutan yang sama:  "LAAILAAHA   ILLALLAAH,   MUHAMMADUR  RASUULULLAAH",  kami adalah milik mereka yang padai memuji Allah,  berpuasa dan beribadah di malam bulan Ramadlan", Dengan demikian beliau saw. bersabda:

Sorga sangat rindu terhadap 4 macam manusia, yaitu Pembaca Al-Quran, pemelihara lesan dari ucapan keji dan munkar,  dan pemberi makan orang yang lapar, serta mereka yang ahli puasa di bulan Ramadlan"

Ketika awal hari (hilal) bulan Ramadlan telah tempak berserulah 'Arasy, kursi, dan para malaikat serta makhluk lainnya dengan keras, kata mereka: "Beruntunglah sekalian umat Muhammad, dengan kemulyaan di sisi Allah Swt., karena segenap makhluk memohonkan ampun bagi mereka, mulai dari makhluk besar seperti matahari, Bulan, Bintang-bintang dan burung-burung di langit, serta ikan-ikan di lautan, hingga setiap hewan dan binatang melata di bumi yang bernafas, semua tiada tertinggal memohonkan ampun buat mereka di siang dan malam hari,  kecuali syetan-syetan tekutuk. Maka pagi-pagi  tiada seorangpun yang dibiarkan hidup penuh dosa, mereka diampuni oleh Allah Swt. Bahkan Allah menyeru para malaikat: "Hadiahkanlah semua pahala shalawat dan tasbihmu selama bulan Ramadlan bagi umat Muhammad saw"