Selasa, 16 Agustus 2011
Mawaddah Mahabbah dan Rahmah
Perasaan cinta kepada pasangan hidup kita terkadang mengalami gejolak sebagaimana pasang surut yg dialami sebuah kehidupan rumah tangga. Tinggal bagaimana kita menjaga tumbuhan cinta itu agar tdk layu terlebih mati.
Satu dari sekian tanda kebesaran-Nya yg agung Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan anak Adam ‘alaihissalam memiliki pasangan hidup dari jenis mereka sendiri sebagaimana keni’matan yg dianugerahkan kepada bapak mereka Adam ‘alaihissalam. Di saat awal-awal menghuni surga bersamaan dgn limpahan keni’matan hidup yg diberikan kepada Adam ‘alaihissalam hidup sendiri tanpa teman dari jenisnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala pun melengkapi kebahagiaan Adam dgn menciptakan Hawa sebagai teman hidup yg akan menyertai hari-hari di surga nan indah.
Hingga akhir dgn ketetapan takdir yg penuh hikmah kedua diturunkan ke bumi utk memakmurkan negeri yg kosong dari jenis manusia . Kedua sempat berpisah selama beberapa lama krn diturunkan pada tempat yg berbeda di bumi . Mereka didera derita dan sepi sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala mempertemukan mereka kembali.
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup “sepi” hidup seorang lelaki keturunan Adam dgn memberi istri-istri sebagai pasangan hidupnya. Dia Yang Maha Agung berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adl Dia menciptakan utk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepada dan dijadikan-Nya di antara kalian mawaddah dan rahmah. Sesungguh pada yg demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yg berfikir.”
Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan seorang istri dari keturunan anak manusia yg asal dari jenis laki2 itu sendiri agar para suami merasa tenang dan memiliki kecenderungan terhadap pasangan mereka. Karena pasangan yg berasal dari satu jenis termasuk faktor yg menumbuhkan ada keteraturan dan saling mengenal sebagaimana perbedaan merupakan penyebab perpisahan dan saling menjauh.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا
“Dialah yg menciptakan kalian dari jiwa yg satu dan Dia jadikan dari jiwa yg satu itu pasangan agar ia merasa tenang kepadanya”
Kata Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu: “Yang dimaksudkan dlm ayat di atas adl Hawa. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan dari Adam dari tulang rusuk kiri yg paling pendek. Seandai Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan anak Adam semua lelaki sedangkan wanita diciptakan dari jenis lain bisa dari jenis jin atau hewan niscaya tdk akan tercapai kesatuan hati di antara mereka dgn pasangannya. Bahkan sebalik akan saling menjauh. Namun termasuk kesempurnaan rahmat-Nya kepada anak Adam Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan istri-istri atau pasangan hidup mereka dari jenis mereka sendiri dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tumbuhkan mawaddah yaitu cinta dan rahmah yakni kasih sayang. Karena seorang lelaki atau suami ia akan senantiasa menjaga istri agar tetap dlm ikatan pernikahan dengannya. Bisa krn ia mencintai istri tersebut krn kasihan kepada istri yg telah melahirkan anak untuk atau krn si istri membutuhkan dari sisi kebutuhan belanja atau krn kedekatan di antara kedua dan sebagainya.”
Mawaddah dan rahmah ini muncul krn di dlm pernikahan ada faktor-faktor yg bisa menumbuhkan dua perasaan tersebut. Dengan ada seorang istri suami dapat merasakan kesenangan dan keni’matan serta mendapatkan manfaat dgn ada anak dan mendidik mereka. Di samping itu ia merasakan ketenangan kedekatan dan kecenderungan kepada istrinya. Sehingga secara umum tdk didapatkan mawaddah dan rahmah di antara sesama manusia sebagaimana mawaddah dan rahmah yg ada di antara suami istri.
Allah Subhanahu wa Ta’ala tumbuhkan mawaddah dan rahmah tersebut setelah pernikahan dua insan. Padahal mungkin sebelum pasangan itu tdk saling mengenal dan tdk ada hubungan yg mungkin menyebabkan ada kasih sayang baik berupa hubungan kekerabatan ataupun hubungan rahim. Al-Hasan Al-Bashri Mujahid dan ‘Ikrimah rahimuhumullah berkata: “Mawaddah adl ibarat/kiasan dari nikah sedangkan rahmah adl ibarat/kiasan dari anak.” Adapula yg berpendapat mawaddah adl cinta seorang suami kepada istri sedangkan rahmah adl kasih sayang suami kepada istri agar istri tdk ditimpa kejelekan.
Cinta Suami Istri
adalah Anugerah Ilahi
Rasa cinta yg tumbuh di antara suami istri adl anugerah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kedua dan ini merupakan cinta yg sifat tabiat. Tidaklah tercela orang yg senantiasa memiliki rasa cinta asmara kepada pasangan hidup yg sah. Bahkan hal itu merupakan kesempurnaan yg semesti disyukuri. Namun tentu selama tdk melalaikan dari berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala krn Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلاَ أَوْلاَدُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللهِ. وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُوْنَ
“Wahai orang2 yg beriman janganlah harta-harta kalian dan anak-anak kalian melalaikan kalian dari zikir/mengingat Allah. Barangsiapa yg berbuat demikian mk mereka itulah orang2 yg merugi.”
رِجَالٌ لاَ تُلْهِِيْهِمْ تِجَارَةٌ وَلاَ بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللهِ
“Laki-laki yg tdk dilalaikan oleh perniagaan dan tdk pula oleh jual beli dari mengingat Allah “
Juga cinta yg merupakan tabiat manusia ini tidaklah tercela selama tdk menyibukkan hati seseorang dari kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Dzat yg sepantas mendapat kecintaan tertinggi. Karena Dia Yang Maha Agung mengancam dlm firman-Nya:
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيْلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِهِ وَاللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ
“Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak kalian anak-anak saudara-saudara istri-istri kaum keluarga kalian harta kekayaan yg kalian usahakan perniagaan yg kalian khawatirkan kerugian rumah-rumah tempat tinggal yg kalian sukai adl lbh kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya mk tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tdk memberi petunjuk kepada orang2 yg fasik.”
Kecintaan kepada Istri
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yg paling mulia dan sosok yg paling sempurna dianugerahi rasa cinta kepada para istrinya. Beliau nyatakan dlm sabdanya:
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُنْيَا النِّسَاءُ وَ الطِّيْبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِيْ فِي الصَّلاَةِ
“Dicintakan kepadaku dari dunia kalian1 para wanita dan minyak wangi dan dijadikan penyejuk mataku di dlm shalat.”2
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dita oleh shahabat yg mulia ‘Amr ibnul ‘Ash radhiallahu ‘anhu:
أَيُّ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: عَائِشَةُ. فَقُلْتُ: مِنَ الرِّجَالِ؟ قَالَ : أَبُوْهَا
“Siapakah manusia yg paling engkau cintai?” Beliau menjawab: “Aisyah.”
Aku berkata: “Dari kalangan lelaki?”
“Ayah ” jawab beliau.3
Dan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata membela dan memuji Khadijah bintu Khuwailid radhiallahu ‘anha ketika ‘Aisyah radhiallahu ‘anha cemburu kepadanya:
إِنِّي قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا
“Sesungguh aku diberi rizki yaitu mencintainya.” 4
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah ingin menjadi perantara dan penolong seorang suami yg sangat mencintai istri utk tetap mempertahankan istri yg dicintai dlm ikatan pernikahan dengannya. Namun si wanita enggan dan tetap memilih utk berpisah sebagaimana kisah Mughits dan Barirah. Barirah5 adl seorang sahaya milik salah seorang dari Bani Hilal. Sedangkan suami Mughits adl seorang budak berkulit hitam milik Bani Al-Mughirah. Barirah pada akhir merdeka sementara suami masih berstatus budak. Ia pun memilih berpisah dgn suami diiringi kesedihan Mughits atas perpisahan itu. Hingga terlihat Mughits berjalan di belakang Barirah sembari berlinangan air mata hingga membasahi jenggot memohon kerelaan Barirah utk tetap hidup bersamanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada paman beliau Al-’Abbas radhiallahu ‘anhu:
يَا عَبَّاسُ أَلاَ تَعْجَبُ مِنْ حُبِّ مُغِيْثٍ بَرِيْرَةَ، وَمِنْ بُغْضِ بَرِيْرَةَ مُغِيْثًا؟ فَقاَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ رَاجَعْتِهِ. قَالَتْ: يَا رَسُوْلَ اللهِ تَأْمُرُنِي؟ قَالَ: إِنَّمَا أَنَا أَشْفَعُ. قَالَتْ: لاَ حَاجَةَ لِي فِيْهِ
“Wahai paman tidakkah engkau merasa takjub dgn rasa cinta Mughits pada Barirah dan rasa benci Barirah terhadap Mughits?”
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Barirah: “Seandai engkau kembali kepada Mughits.” Barirah berta kepada beliau “Wahai Rasulullah apakah engkau memerintahkan aku?”
“Tidak” kata Rasulullah “Akan tetapi aku hanya ingin menolongnya.”
“Aku tdk membutuhkannya” jawab Barirah.6
Tiga Macam Cinta Menurut
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullahu
Perlu diketahui oleh sepasang suami istri menurut Al-Imam Al-’Allamah Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abi Bakar yg lbh dikenal dgn Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullahu ada tiga macam cinta dari seorang insan kepada insan lainnya:
Pertama: Cinta asmara yg merupakan amal ketaatan. Yaitu cinta seorang suami kepada istri atau budak wanita yg dimilikinya. Ini adl cinta yg bermanfaat. Karena akan mengantarkan kepada tujuan yg disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dlm pernikahan akan menahan pandangan dari yg haram dan mencegah jiwa/hati dari melihat kepada selain istrinya. Karena itulah cinta seperti ini dipuji di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala dan di sisi manusia.
Kedua: Cinta asmara yg dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala dan akan menjauhkan dari rahmat-Nya. Bahkan cinta ini paling berbahaya bagi agama dan dunia seorang hamba. Yaitu cinta kepada sesama jenis seorang lelaki mencintai lelaki lain atau seorang wanita mencintai sesama wanita . Tidak ada yg ditimpa bala dgn penyakit ini kecuali orang yg dijatuhkan dari pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga ia terusir dari pintu-Nya dan jauh hati dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Penyakit ini merupakan penghalang terbesar yg memutuskan seorang hamba dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Cinta yg merupakan musibah ini merupakan tabiat kaum nabi Luth ‘alaihissalam hingga mereka lbh cenderung kepada sesama jenis daripada pasangan hidup yg Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapkan utk mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan:
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ
“Demi umurmu sesungguh mereka terombang-ambing di dlm kemabukan.”
Obat dari penyakit ini adl minta tolong kepada Dzat Yang Maha membolak-balikkan hati berlindung kepada-Nya dgn sebenar-benar menyibukkan diri dgn berdzikir/mengingat-Nya mengganti rasa itu dgn cinta kepada-Nya dan mendekati-Nya memikirkan pedih akibat yg diterima krn cinta petaka itu dan hilang kelezatan krn cinta itu. Bila seseorang membiarkan jiwa tenggelam dlm cinta ini mk silahkan ia bertakbir seperti takbir dlm shalat jenazah7. Dan hendaklah ia mengetahui bahwa musibah dan petaka telah menyelimuti dan menyelubunginya.
Ketiga: Cinta yg mubah yg datang tanpa dapat dikuasai. Seperti ketika seorang lelaki diceritakan tentang sosok wanita yg jelita lalu tumbuh rasa suka di hatinya. Atau ia melihat wanita cantik secara tdk sengaja hingga hati terpikat. Namun rasa suka/ cinta itu tdk mengantar utk berbuat maksiat. Datang begitu saja tanpa disengaja sehingga ia tdk diberi hukuman krn perasaan itu. Tindakan yg paling bermanfaat utk dilakukan adl menolak perasaan itu dan menyibukkan diri dgn perkara yg lbh bermanfaat. Ia wajib menyembunyikan perasaan tersebut menjaga kehormatan diri dan bersabar. Bila ia berbuat demikian Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberi pahala dan mengganti dgn perkara yg lbh baik krn ia bersabar krn Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjaga ‘iffah-nya. Juga krn ia meninggalkan utk menaati hawa nafsu dgn lbh mengutamakan keridlaan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ganjaran yg ada di sisi-Nya.
Bila cinta kepada pasangan hidup kepada suami atau kepada istri merupakan perkara kebaikan mk apa kira yg mencegah seorang suami atau seorang istri utk mencintai atau paling tdk belajar mencintai teman hidupnya?
Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.
1 Tiga perkara ini dinyatakan termasuk dari dunia. Makna adalah: ketiga ada di dunia. Kesimpulan beliau menyatakan bahwa dicintakan kepadaku di alam ini tiga perkara dua yg awal termasuk perkara tabiat duniawi sedangkan yg ketiga termasuk perkara diniyyah .
2 HR. Ahmad 3/128 199 285 An-Nasa`i no. 3939 kitab ‘Isyratun Nisa’ bab Hubbun Nisa`. Dihasankan Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullahu dlm Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa fish Shahihain
3 HR. Al-Bukhari no. 3662 kitab Fadha`il Ashabun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bab Qaulin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Lau Kuntu Muttakhidzan Khalilan” dan Muslim no. 6127 kitab Fadha`ilush Shahabah bab Min Fadha`il Abi Bakar Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu.
4 HR. Muslim no. 6228 kitab Fadha`ilus Shahabah bab Fadha`il Khadijah Ummul Mu`minin radhiallahu ‘anha
5 Disebutkan bahwa Barirah memiliki paras yg cantik tdk berkulit hitam. Beda hal dgn Mughits suaminya. Barirah menikah dgn Mughits dlm keadaan ia tdk menyukai suaminya. Dan ini tampak ketika Barirah telah merdeka ia memilih berpisah dgn suami yg masih berstatus budak. Dimungkinkan ketika masih terikat dlm pernikahan dgn suami Barirah memilih bersabar di atas hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala walaupun ia tdk menyukai suaminya. Dan ia tetap tdk menampakkan pergaulan yg buruk kepada suami sampai akhir Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan kelapangan dan jalan keluar baginya.
6 Lihat hadits dlm Shahih Al-Bukhari no. 5280-5282 kitab Ath-Thalaq bab Khiyarul Amati Tahtal ‘Abd dan no. 5283 bab Syafa’atun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam fi Zauji Barirah.
7 Arti dia telah mati
Sumber: www.asysyariah.com
Kamis, 11 Agustus 2011
Khasiat Daun Ajaib Binahong
Hampir semua bagian tanaman binahong seperti umbi, batang dan daun dapat digunakan dalam terapi herbal. Kini bibitnya mudah dibeli di objek wisata Kopeng. Tanaman ini memang tumbuh baik dalam lingkungan yang dingin dan lembab.
Manfaat tanaman ini sudah dipetik Soejiyo, mantan karyawan Kanindotex yang biasa nglaju Solo-Semarang setiap kali bekerja. Katanya, binahong adalah herba yang dapat memulihkan stamina yang loyo.
Selain meningkatkan vitalitas pria, binahong dapat menyembuhkan luka dalam dan luar seperti setelah operasi, typus, maag, radang usus dan ambeien. Dapat pula mengatasi pembengkakan dan pembekuan darah, memulihkan kondisi lemah setelah sakit, rematik, luka memar terpukul, asam urat dan mencegah stroke.
Untuk pemakaian dalam, Soejiyo meraciknya sebagai berikut: ambil rhizoma (umbi) secukupnya, dicuci bersih, kemudian direbus, setelah dingin disaring dan hasilnya diminum 2-3 kali sehari, Cara ini untuk menyembuhkan luka bekas operasi, maag, typus, disentri, kesegaran jasmani (tambah telur dan madu), mencegah stroke, asam urat dan sakit pinggang.
Namun dapat pula umbinya dikeringkan, lalu ditumbuk halus, kemudian dimasukkan dalam kapsul 0,5 mh dan diminum 3 kali sehari.
Untuk pemakaian luar, daun dan batang ditumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang sakit. Bahan ini untuk menyembuhkan memar karena terpukul, kena api (panas), rheumatik, pegal linu, nyeri urat, menghaluskan kulit.
Umbi dicampur bahan lain dengan cara direbus bersama daun sirih, temulawak dengan perbandingan ganjil: 7, 9, 13 untuk penyembuhan pembengkakan jantung, pembengkakan lever, kencing manis, kerusakan ginjal dan radang usus besar.
Khasiat Daun Ajaib Binahong
Batangnya untuk mengatasi kelemahan laki-laki, yaitu dengan cara diambil getahnya dioleskan pada penis, diamkan beberapa saat kemudian lakukan sanggama dengan istri. Kalau digodog dengan kencur (3 gelas menjadi 1 gelas) diminum tiap malam selama satu minggu, hasilnya juga oke punya.
Daun Binahong adalah jenis tanaman yang amat berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Beberapa lembar daun ini dikunyah hingga halus atau dimasak dengan segelas air dan diminum beserta ampasnya atau lebih mudah di jus atau diblender. Adapun khasiat dari daun tersebut sebagai berikut :
A. Kategori Penyakit berat :
- Batuk/muntah darah : 10 lembar daun diminum setiap hari
- Paru-paru/bolong : 10 lembar daun diminum setiap hari
- Kencing manis : 11 lembar daun diminum setiap hari
- Sesak nafas : 7 lembar daun diminum setiap hari
- Borok akut(menahun) : 12 lembar daun diminum setiap hari
- Patah tulang : 10-20 lb daun diminum setiap hari
- Darah rendah : 8 lembar daun diminum setiap hari
- Radang ginjal : 7 lembar daun diminum setiap hari
- Gatal-gatal /eksim kulit : 10-15 lb daun diminum setiap hari
- Gegar otak ringan/berat : 10 lembar daun diminum setiap hari.
B. Kategori Penyakit Ringan
- Disentri/buang air besar : 10 lembar daun diminum setiap hari
- Ambeyen berdarah : 16 lembar daun diminum setiap hari
- Hidung mimisan : 4 lembar daun diminum setiap hari
- Habis bedah/operasi : 20 lembar daun diminum setiap hari
- Luka bakar : 10 lembar daun diminum setiap hari
- Kecelakaan/benda tajam : 10 lembar daun diminum setiap hari
- Jerawat : 8 lembar daun diminum setiap hari
- Usus bengkak : 3 lembar daun diminum setiap hari
- Gusi berdarah : 4 lembar daun diminum setiap hari
- Kurang nafsu makan : 5 lembar daun diminum setiap hari
- Kelancaran haid : 3 lembar daun diminum setiap hari
- Habis bersalin/melahirkan : 7 lembar daun diminum setiap hari
- Menjaga stamina tubuh : 1 lembar daun diminum setiap hari
- Penghangat badan : 5 lembar daun diminum setiap hari
- Lemah syahwat : 3-10 lb daun diminum setiap hari.
KAKATUNCARAN (Bhs Sunda)
Tanaman ini tumbuh liar dipekarangan, berguna untuk menyembuhkan penyakit kanker, caranya : keringkan kemudian direbus dan airnya setiap hari diminum.
Tulisan ini mudah-mudahan dapat berguna bagi rekan-rekan semua, setiap saat bicara masalah hukum terbersit dibenak saya bahwa akar permasalahan adalah kesehatan, sebab didalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat…(meniru semboyan apa ya ?).
Manfaat Daun Binahong dan bukti dilapangan
Ternyata binahong sangat berkhasiat obat dan banyak manfaat yang diambil dari herbal ini diantara:
Bengkak dan berdarah karena jatuh atau tergores
Tumbuk atau kunyah Daun Binahong2 daun atau lebih tergantung bengkak atau luka
Oleskan pada yang bengkak atau luka secara merata
Lakukan berulang apabila luka masih basah atau kondisi luka yang parah
Kami sudah melakukan pada si kecil anak saya ketika Jatuh dari sepeda motor ke lantai dan kepala belakang bengakak,Dalam kondisi darurat segera kunyah saja daun binahong sampai halus dan oleskan ke kepala bagian belakang yang bengkak Alhmdulillah dengan ijin Allah keesokan hari bengkak kempas seperti sedia kala atau normal.Dan pada masnya (kakaknya) sering berlari dan kadang jatuh terluka pada lutut atau Tangan Alhamdulillah cukup sekali dioleskan keesokan hari langsung kering
Dan masih banyak yang lain yang membuktikannya
Sehingga Tanaman daun binahong depan rumah hampir Habis dipetik anak anak tetangga kalau jatuh selalu teriakan didepan rumah untuk minta daun binahong dan dioleskan sendiri.
Alhamdulillah kami berhasil secara tidak langsung terjadi proses belajar untuk mencintai tanaman obat dan merasakan khasiatnya.pada anaka anak sendiri dan sekitar Tetangga di rumah
Jerawat
1.Ambil beberapa Daun binahong 5 daun atau lebih
2.Oleskan pada muka secara merata Terutama pada Jerawat
3.lalukan sebaiknya sebelum tidur
Lakukan beberapa kali sampai kulit wajah Halus
Untuk Hasil Maksimal minum 5-6 Daun binahong di Juz dicampur air satu gelas
Bisa dicampur dengan madu supaya rasa enak.
Ini sudah dibuktikan kebetulan anak tetangga ada yang jerawatan parah
Sudah pakai obat jerawatan ratusan ribu tapi belum beres itu jerawat
Alhamdulillah setelah dioleskan beberapa hari jerawat mulai berkurang .
Langganan:
Postingan (Atom)

