Sabtu, 23 April 2011

Muslim

Harus ada semacam keyakinan dalam diri kita,bahwa Allah Tidak Pernah pilih kasih Kepada hambanya, Jangankan mereka yang beragama samawi, sedangkan kepada para penyembah berhala sekalipun, ALLAH tetap memberikan curahan kasihnya,Sebagaimana dia Mencurahkan kepada seluruh makhluknya di muka bumi ini.

Dengan memahami dan mengembara sampai ke relung dada keyakinan orang lain,sesungguhnya kita ingin mereguk hikmah dari balik pengembaraan tersebut, kita menyelam untuk timbul kembali dan menyampaikan kabar kebahagiaan dan ikut aktif dalam tatanan kemanusiaan, serta sebagai bekal untuk memperkukuh tekad menjadi diri sebagai sosok manusia yang ingin memberikan pelita kesejukan. bila kita mengambil posisi hanya berpadukan AL-Qur'an dan sunnah, kemudian tidak mengikuti jalan lain, selain jalan yang kita yakini,

Bukan berarti eksklusif dan tidak menghargai keyakinan orang lain, Justru dengan mengambil tempat (positioning) yang jelas, aturan main dalam bermasarakat dan bersosialisasi semakin jelas pula, bagi seorang muslim, perbedaan adalah fitrah dan merupakan bentuk kekuasaan ALLAH yang tidak bisa di bantah, bentuk pemaksaan yang menginginkan "keseragaman"(toilor mode) adalah bentuk fasisme yang justru bertentangan dengan keyakinan seorang muslim, itulah sebabnya, dalam pembahasan blog ini, kita akan membahas makna toleransi, yaitu agar kita semua memahami untuk bersama sama membangun kesejahteraan manusia yang beradab dan berakhlak,

Kita ingin Mengetuk hati nurani kaum muslimin bahwa searang muslimin harus bersikap kaffah dalam arti yang mendasar, Kaffah sebagai bentuk sikap mengambil AL-Qur'an dan sunnah sebagai rujukan hidup. hal itu merupkan cara dan ciri seorang muslim mengenban misi kehidupannya. Dengan mengambil tema "Muslim Kaffah" Blogger ingin mengajak para pembaca untuk mereguk air surgawi yang dipercikkan Al Quran dan keteladann rosululloh. Ingin mengajak menikmati mutiara yang paling berbinar dari islam, yaitu Al Quran dan, merasakan kebahagiaan karena menjadi muslim yang Kaffah, setelah memenuhi dahaga iman dengan Al Quran dibandingkan dengan kitab suci lainnya. Itulah sebabnya, diberi judul dengan tema Menggali Potensi Diri.

Islam sangat Menghargai masalah Kemanusiaan termasuk keyakinan-keyakinan manusia,  Islam tidak Mengenal batas warna Kulit, tidak membedakan kaya dan Miskin atau gender, Karena di dalam Ajaran Islam ,Semua manusia itu adalah sama di hadapan ALLAH. Sebab itulah, Rasulullah menegur Abu Dzar yang Bertengkar  dengan bilal, seraya mencaci bilal, "wahay anak dari budak hitam!'' Rasulullah bersabda, "Terlalu, Sungguh terlalu. Tidak Ada Kelebihan orang Putih atau hitam, Kecuali Amal saleh" Dakwah Islamiah bukanlah tertuju untuk melekrut jumlah Umat sebanyak banyaknya dengan mrnghalalkan Segala Cara Sambil Menerabas Mengabaikan rasa etika. dakwah Islamia lebih ditunjukan kepada Nurani manusia yang kemudian menggerakkan seluruh sikap dan tindakannya untuk menjadikan hidupnya penuh srti. Membangun sosok Manusia yang llahi dan bertanggung jawab untuk kemuliaan nila-nilai lihur manusia itu sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar