Jumat, 17 Juni 2011

Indahnya karunia sang Pencipta penenang hatiku



Kini aku berjalan dalam penat yang kualami di tengah kesibukan yang kugeluti, tiada waktu untuk menghela nafas dan mengendorkan urat syaraf yang tegang karena rutinitas yang begitu padat. Rasanya ingin sekali ku sembunyi di balik keramaian kemudian teriak sekencang-kencangnya muntahkan beban dan sesak yang menyelimuti hati. Kiranya sang Pencipta (Alloh S.W.T) mendengarku saat ini mungkin aku akan mengadukan semua orang yang membuatku lemah terkekang waktu. Kemudian aku berfikir untuk mencari sebuah solusi dimana pepatah manyatakan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Aku bergegas pergi seadanya bersama sepeda motor yang kini ku tunggangi dan tak tahu tempat mana yang akan kutuju. Bersama angin yang berhembus kencang ku kebutkan sepeda motorku sampai berhenti di sebuah tempat yang paling tinggi di kotaku Puncak Jawa Barat. Aku tinggalkan motorku dan bergegas lari sekencang-kencangnya  hingga tempat yang paling tinggi dan disanalah aku mulai terdiam dan menatap langit biru di sekelilingku. 

Subhanalloh hamba-Mu ini  begitu kecil dan mungkin dalam pandangMu aku hanya sebutir kerikil yang tak terlihat. Sadarku akan semua masalah dan problematika hidup untuk tetap sabar dan tegar persisnya saat ku lihat hamparan alam yang begitu hijau terhampar luas dan tak ada satu pun yang terlihat cacat.  Kini batin yang ingin menyeruak untuk teriak seketika menjadi dingin dan sunyi. Alam yang telah diciptakan itulah obat batin dan rasanya tak ingin memejamkan mata untuk memandangnya.
hilmysantayrea.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar